Berita
Berita
Tanggal
 

22-September-2017 Menlu Bicara Hak Kebebasan Beragama Di PBB
22-September-2017 Pemprov Catat Ekspor Kopi Jatim Rp2,7 Triliun
22-September-2017 Imigrasi Hong Kong Amankan 23 Pekerja Ilegal
22-September-2017 Wapres Kunjungi Museum Tragedi WTC 11 September
21-September-2017 Jiwasraya Luncurkan Asuransi JS Pesangon
21-September-2017 Sertifikasi Pesawat N219 Terbit November
21-September-2017 2020, 1 Juta UMKM Bisa Go Global
20-September-2017 Biofarma Bakal Pasok Vaksin ke Maroko
20-September-2017 SMGR Hadirkan SITOS Penuhi Kebutuhan Konsumen
20-September-2017 IHSG Rabu Ditutup Menguat Tipis 5,24 Poin
Halaman : Selanjutnya >
14-September-2017
Jokowi: Banyak Inefisiensi APBN/APBD Perlu Perbaikan Besar-besaran
Jakarta (Antara) - Presiden Joko Widodo mengungkapkan masih banyak inefisiensi dalam penggunaan dana APBN dan APBD yang memerlukan perbaikan secara besar-besaran.

'Banyak inefisiensi di APBN dan APBD yang perlu perbaikan besar besaran,' kata Presiden Jokowi ketika membuka Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah di Istana Negara Jakarta, Kamis.

Presiden menyebutkan sistem akuntasi pemerintah seharusnya berorientasi kepada hasil, bukan prosedur.

'Yang lalu-lalu kita terlalu banyak membuat aturan, pagar dibuat tinggi-tinggi tapi yang lompat juga masih banyak, buat apa buat tinggi tinggi kalau yang lompat masih banyak,' ujar Jokowi.

Pada awal sambutannya Presiden mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan negara tidak boleh hanya dipandang sebagai urusan teknis saja, hanya prosedural saja.

'Yang kita lakukan harus mengarah kepada perbaikan sistem. Ini yang selalu dan berkali-kali saya ulangi, perbaikan sistem,' katanya, menegaskan.

Jokowi menyebutkan saat ini semua bergerak dengan cepat dengan cara-cara yang tidak terduga. Inovasi terjadi cepat sekali sehingga semua harus berani berubah.

'Sistem akuntansi kita harus kita arahkan bukan kepada prosedur tapi harus diubah ke orientasi hasil. Hasil pun juga harus yang berkualitas, arahnya mesti ke sana semuanya, karena kalau tidak, banyak terjadi inefisiensi dari APBN maupun APBD,' tuturnya.

Ia menyebutkan saat ini masih banyak sekali kegiatan yang ukuran kinerjanya tidak jelas.

'Juga banyak kegiatan atau program yang tidak ada keterkaitan dengan sasaran pembangunan, jadi lepas sendiri-sendiri,' katanya.(rr)