Berita
Berita
Tanggal
 

30-September-2017 Panglima TNI Dan Presiden Nobar Film G30S/PKI
29-September-2017 Ribuan Warga Banjarbaru Nonton Bareng Film G30A/PKI
29-September-2017 Mendikbud Larang Anak-anak Nonton Film G30S/PKI
29-September-2017 Pengacara Novanto: Hakim Terima Praperadilan Sesuai Fakta
29-September-2017 Disorda Butuh Ribuan Relawan Asian Games 2018
29-September-2017 Bekasi Raih Predikat Kota 'Terseksi' 2017
29-September-2017 Jabar Terus Upayakan Jadi Smart Province
29-September-2017 Disdikpora Karawang Persilakan Sekolah Nobar Film G30S/PKI
29-September-2017 Taufik: Aksi 299 Dapat Bangun Citra Positif
29-September-2017 PSSI Mengagendakan Pertandingan Lawan Peringkat Lima Besar FIFA
Halaman : Selanjutnya >
14-September-2017
Jokowi: Banyak Inefisiensi APBN/APBD Perlu Perbaikan Besar-besaran
Jakarta (Antara) - Presiden Joko Widodo mengungkapkan masih banyak inefisiensi dalam penggunaan dana APBN dan APBD yang memerlukan perbaikan secara besar-besaran.

'Banyak inefisiensi di APBN dan APBD yang perlu perbaikan besar besaran,' kata Presiden Jokowi ketika membuka Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah di Istana Negara Jakarta, Kamis.

Presiden menyebutkan sistem akuntasi pemerintah seharusnya berorientasi kepada hasil, bukan prosedur.

'Yang lalu-lalu kita terlalu banyak membuat aturan, pagar dibuat tinggi-tinggi tapi yang lompat juga masih banyak, buat apa buat tinggi tinggi kalau yang lompat masih banyak,' ujar Jokowi.

Pada awal sambutannya Presiden mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan negara tidak boleh hanya dipandang sebagai urusan teknis saja, hanya prosedural saja.

'Yang kita lakukan harus mengarah kepada perbaikan sistem. Ini yang selalu dan berkali-kali saya ulangi, perbaikan sistem,' katanya, menegaskan.

Jokowi menyebutkan saat ini semua bergerak dengan cepat dengan cara-cara yang tidak terduga. Inovasi terjadi cepat sekali sehingga semua harus berani berubah.

'Sistem akuntansi kita harus kita arahkan bukan kepada prosedur tapi harus diubah ke orientasi hasil. Hasil pun juga harus yang berkualitas, arahnya mesti ke sana semuanya, karena kalau tidak, banyak terjadi inefisiensi dari APBN maupun APBD,' tuturnya.

Ia menyebutkan saat ini masih banyak sekali kegiatan yang ukuran kinerjanya tidak jelas.

'Juga banyak kegiatan atau program yang tidak ada keterkaitan dengan sasaran pembangunan, jadi lepas sendiri-sendiri,' katanya.(rr)