Research

PHINTAS Weekly Report 30 Desember 2019

Mayoritas bursa global cenderung bergerak terbatas dengan kecenderungan menguat sepanjang pekan lalu, merespon minimnya sentimen jelang libur Tahun Baru. Meski minim sentimen, investor masih mencermati kondisi politik di AS. Sebagai informasi, DPR AS telah setuju untuk melakukan pemakzulan terhadap Presiden AS, Donald Trump. Namun, pemakzulan tersebut masih harus disetujui oleh anggota senat AS. Selain pemakzulan Presiden Trump, investor juga mencermati perkembangan phase one trade deal antara AS dengan Tiongkok.

 

Pagi ini (30/12) mayoritas bursa regional diantaranya, Nikkei (-0.55%) dan ASX200 (-0.81%) dibuka melemah signifikan dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap potensi terjadinya currency war antara AS dengan sejumlah negara Timur Tengah yang diindikasikan oleh pelemahan US Dolar Index (-0.53%) bersamaan dengan penguatan harga Emas (+0.23%). Sebagai informasi, currency war akan kembali menggunakan emas sebagai underlying asset dari mata uang tiap tiap negara.

 

Terkait faktor di atas, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Rendahnya volume pada perdagangan akhir tahun mendasari proyeksi pergerakan IHSG tersebut. Meski diperkirakan melemah, harga saham-saham tambang (terutama emas) seperti ANTM dan MDKA diperkirakan akan menguat pada perdagangan hari ini (30/12). Oleh sebab itu, pertimbangkan trading buy saham-saham tersebut.

 

Top