Research

PHINTAS Weekly Report 20 Januari 2020

Sepanjang sepekan indeks-indeks di Wall Street bergerak menguat merespon tercapainya phase one trade deal antara AS dengan Tiongkok. Meski demikian, isu utama trade war, yaitu tarif impor baru akan dibahas dalam phase two trade deal yang dijadwalkan mulai dibasas setelah Pemilu November 2020.

 

Beralih ke regional, sepanjang pekan lalu (17/1) mayoritas bursa regional bergerak menguat, merespon tercapainya phase one trade deal. Pagi ini (20/1), Nikkei (+0.22%), ASX200 (+0.35%) dan KOSPI (+0.62%) dibuka menguat.

 

Di dalam negeri, IHSG cenderung bergerak melemah sepanjang pekan lalu (17/1). Pelemahan tersebut disebabkan oleh penguatan signifikan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (-0.91%). Penguatan tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit Neraca Perdagangan Indonesia (NPI). Menguatnya rupiah berpotensi meningkatkan impor Indonesia. Selain penguatan rupiah, koreksi harga minyak kelapa sawit (-6.61%) juga memicu pelemahan IHSG pada pekan lalu (17/1).

 

Hari ini (20/1), IHSG diperkirakan akan bergerak menguat, merespon rilis data produksi Tiongkok bulan Desember 2020 yang menunjukan pertumbuhan sebesar 6.9% yoy  (Sebelumnya : 5.9% yoy). Dari dalam negeri, Bank Indonesia diperkirakan mempertahankan sukubunga acuan dalam RDG pekan ini (23/1). Mempertimbangkan sentimen tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support resistance 6270-6350 dengan kecenderungan menguat. Sektor tambang dan perbankan diperkirakan menjadi mover utama IHSG.

Top