Research

PHINTAS Weekly Report 30 Maret 2019

 

Mayoritas bursa global melemah pada akhir pekan lalu (27/3), setelah mencatatkan penguatan signifikan beberapa hari sebelumnya. Rilis data tenaga kerja AS dan Purchasing Manager Index (PMI) berbagai negara, seperti AS dan Jepang memicu investor untuk kembali menghitung dampak perekonomian dari wabah COVID-19. Sebelumnya, Pemerintah AS telah menyepakati rencana stimulus sebesar US$2 Triliun untuk meredam dampak tersebut.
Mendapat arahan positif dari bursa global, IHSG berhasil mencetak rally penguatan sepanjang 3 hari berturut-turut pada pekan lalu (27/3). Upaya pemerintah AS untuk menstimulus perekonomian pasca merebaknya COVID-19 menjadi sentimen positif bagi IHSG. Meski menguat, investor domestik masih mencermati penanganan wabah COVID-19 di Indonesia. Data per 29 Maret 2020 pukul 12.00 WIB menunjukan 1,285 kasus COVID-19 terkonfirmasi di Indonesia.
Mempertimbangkan sentimen eksternal dan internal, IHSG diperkirakan akan bergerak melemah dan diperdagangkan dalam support dan resistance 4200-4750. Menurut sejumlah penelitian, wabah COVID-19 di Indonesia belum mencapai puncaknya dan hal ini memberikan sentimen negatif bagi IHSG. Dari eksternal, rilis sejumlah data perekonomian seperti data tenaga kerja AS, PMI sejumlah negara dan Industrial Profit Tiongkok yang memberikan indikasi perlambatan perekonomian global juga akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG hari ini (30/3).

Mayoritas bursa global melemah pada akhir pekan lalu (27/3), setelah mencatatkan penguatan signifikan beberapa hari sebelumnya. Rilis data tenaga kerja AS dan Purchasing Manager Index (PMI) berbagai negara, seperti AS dan Jepang memicu investor untuk kembali menghitung dampak perekonomian dari wabah COVID-19. Sebelumnya, Pemerintah AS telah menyepakati rencana stimulus sebesar US$2 Triliun untuk meredam dampak tersebut.


Mendapat arahan positif dari bursa global, IHSG berhasil mencetak rally penguatan sepanjang 3 hari berturut-turut pada pekan lalu (27/3). Upaya pemerintah AS untuk menstimulus perekonomian pasca merebaknya COVID-19 menjadi sentimen positif bagi IHSG. Meski menguat, investor domestik masih mencermati penanganan wabah COVID-19 di Indonesia. Data per 29 Maret 2020 pukul 12.00 WIB menunjukan 1,285 kasus COVID-19 terkonfirmasi di Indonesia.


Mempertimbangkan sentimen eksternal dan internal, IHSG diperkirakan akan bergerak melemah dan diperdagangkan dalam support dan resistance 4200-4750. Menurut sejumlah penelitian, wabah COVID-19 di Indonesia belum mencapai puncaknya dan hal ini memberikan sentimen negatif bagi IHSG. Dari eksternal, rilis sejumlah data perekonomian seperti data tenaga kerja AS, PMI sejumlah negara dan Industrial Profit Tiongkok yang memberikan indikasi perlambatan perekonomian global juga akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG hari ini (30/3).

 

Top