Research

PHINTAS Weekly Report 29 Juni 2020

Sepanjang pekan lalu mayoritas indeks-indeks di Wall Street  bergerak melemah dan ditutup melemah signifikan pada akhir pekan (26/6). Perkembangan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di beberapa negara bagian AS memicu pelemahan tersebut (26/6). Merespon pertumbuhan tersebut Sekretaris Kesehatan dan Pelayanan Manusia AS, Alex Azar memperingatkan bahwa kemungkinan untuk mengkontrol penyebaran wabah COVID-19 semakin kecil.

Berbeda dengan Wall Street, IHSG cenderung bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada pekan kemarin (26/6). Kekhawatiran terhadap gelombang kedua kasus COVID-19 di Indonesia disertai sikap wait and see investor terhadap rilis data pertumbuhan Kredit periode May 20 (Aktual : 3.04% yoy, Sebelumnya : 6.1% yoy) memicu pergerakan tersebut.

Mempertimbangkan sentimen global dan domestik, IHSG diperkirakan akan bergerak melemah dan diperdagangkan dalam rentang support 4750 dan ressistance 4950 pada perdagangan hari ini (29/6). Jumlah kasus positif COVID-19 global yang telah mencapai 10 juta jiwa dengan jumlah kematian hingga 500 ribu jiwa diperkirakan akan menjadi sentimen negatif untuk IHSG. Seiring dengan pelemahan tersebut sebaiknya investor tidak terlalu agresif dalam melakukan akumulasi beli. Pertimbangkan wait and see terlebih dahulu. Jauhi saham-saham yang berkaitan dengan energi (minyak) seperti MEDC dan ELSA. Pelemahan harga minyak dunia dapat menjadi sentimen negatif bagi emiten-emiten tersebut.

 

Top