Research

PHINTAS Weekly Report 21 September 2020

Sepanjang pekan lalu (18/9), indeks-indeks di Wall Street bergerak menguat terbatas dan ditutup melemah pada akhir pekan. Kekhawatiran pelaku pasar terhadap valuasi saham-saham teknologi seperti Apple (-3.17%) , Alphabet (-2.42%) dan Amazon (-1.79%) memicu pelemahan indeks-indeks di Wall Street. Masih dari AS, pegerakan indeks-indeks di Wall Street yang cenderung terbatas juga dipicu oleh sikap wait and see pelaku pasar terhadap stimulus fiskal dari pemerintah AS yang masih belum mencapai konsensus.

Berlawanan dengan Wall Street, IHSG bergerak menguat terbatas sepanjang sepekan. Optimisme pelaku pasar terhadap saham-saham property yang bergerak di subsektor industrial seperti BEST dan KIJA menopang penguatan IHSG pada pekan lalu (19/9). Rencana Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mempermudah regulasi investasi menjadi sentimen positif bagi saham-saham tersebut.

Mempertimbangkan sentimen global dan domestik, IHSG diperkirakan akan bergerak menguat dan diperdagangkan dalam rentang support-ressistance 5000-5150 pada perdagangan hari ini (21/9). Seiring penguatan tersebut, pelaku pasar dapat mencermati saham-saham komoditas seperti AALI, LSIP, ADRO dan PTBA. Harga komoditas yang mulai menunjukan perbaikan dapat menjadi sentimen positif bagi saham-saham tersebut. Cermati juga saham-saham perbankan seperti BBRI, BBNI, BMRI dan BBCA yang berpotensi menguat pada hari ini (21/9).

 

Top