Research

PHINTAS Weekly Report 23 Agustus 2021

Indeks-indeks Wall Street mencatatkan rebound pada perdagangan Jumat (20/8). Meski demikian, DJIA, Nasdaq dan S&P 500 melemah 1.1%, 0.7% dan 0.6% sepanjang pekan lalu. Faktor utama yang menekan Wall Street adalah kekhawatiran pelaku pasar bahwa the Fed akan memulai pengurangan stimulus moneter sebelum akhir tahun 2021. Terlebih, data terbaru menunjukan tren positif pada sektor tenaga kerja di AS. U.S. Initial Jobless Claims untuk pekan yang berakhir pada 14 Agustus 2021 turun menjadi 348,000 dari 377,000 pada pekan sebelumnya. Selanjutnya, Markit Manufacturing PMI Flash diperkirakan masih ekspansif, yaitu di level 62.8 pada Agustus 2021. Hal ini mendukung potensi penyerapan tenaga kerja yang masih cukup besar di AS.

Sentimen diatas, diperkirakan masih akan menekan nilai tukar Rupiah, terutama di awal pekan ini. Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dalam rentang 5975-6130 sepanjang pekan ini. Proyeksi positif terhadap data-data indeks manufaktur dari beberapa negara, yang termasuk dalam mitra dagang Indonesia, seperti AS dan Jepang, disaat bersamaan juga berpotensi meredam tekanan pada nilai tukar Rupiah.

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan kembali mencermati keputusan Pemerintah Indonesia terkait kebijakan PPKM Level 4 yang dijadwalkan berakhir pada Senin (23/8). Saham-saham yang dapat dicermati, diantaranya TLKM, EXCL, AMRT, BRIS, MARI, MTDL dan AGRO.

Top