Research

PHINTAS Weekly Report 30 Agustus 2021

Indeks-indeks Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (27/8). Dengan demikian, Nasdaq menguat 2.8%, diikuti S&P 500 (+1.5%) dan DJIA (+0.9%) sepanjang pekan lalu. U.S. Treasury Yield cenderung turun pada perdagangan Jumat (27/8), jelang pidato Kepala the Fed, Jerome Powell.

Dalam pidatonya pada Jumat (27/8) malam WIB, Jerome Powell kembali menegaskan kemungkinan the Fed untuk mulai melakukan pengurangan stimulus moneter sebelum akhir tahun 2021. Sebagai informasi, the Fed melakukan pembelian obligasi setidaknya US$120 miliar per bulan pada saat ini. Sementara terkait kebijakan sukubunga, Jerome Powell juga menegaskan bahwa the Fed tidak akan terburu-buru dalam menaikan the Fed Rate. Salah satu pertimbangannya adalah lonjakan inflasi di AS yang diperkirakan bersifat sementara.
Merespon penyataan the Fed yang cenderung “neutral”, IHSG berpeluang menguat ke kisaran 6075-6100 pada perdagangan Senin (30/8). Sementara untuk sepekan kedepan, IHSG akan dipengaruhi oleh data-data ekonomi penting, baik dari dalam maupun luar negeri. Antara lain, China NBS Manufacturing PMI, Japan Industrial Production, U.S. Consumer Confidence, hingga tingkat inflasi dan indeks manufaktur Indonesia di Agustus 2021. Oleh sebab itu, Oleh sebab itu, saham-saham yang berkaitan dengan konsumsi rumah tangga, seperti ICBP, INDF, EXCL, AALI dan SIMP. Sejumlah saham bank, seperti BBNI dan BBTN, AKRA, AMRT dan ASSA juga dapat diperhatikan pada pekan ini.

Indeks-indeks Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (27/8). Dengan demikian, Nasdaq menguat 2.8%, diikuti S&P 500 (+1.5%) dan DJIA (+0.9%) sepanjang pekan lalu. U.S. Treasury Yield cenderung turun pada perdagangan Jumat (27/8), jelang pidato Kepala the Fed, Jerome Powell.


Dalam pidatonya pada Jumat (27/8) malam WIB, Jerome Powell kembali menegaskan kemungkinan the Fed untuk mulai melakukan pengurangan stimulus moneter sebelum akhir tahun 2021. Sebagai informasi, the Fed melakukan pembelian obligasi setidaknya US$120 miliar per bulan pada saat ini. Sementara terkait kebijakan sukubunga, Jerome Powell juga menegaskan bahwa the Fed tidak akan terburu-buru dalam menaikan the Fed Rate. Salah satu pertimbangannya adalah lonjakan inflasi di AS yang diperkirakan bersifat sementara.


Merespon penyataan the Fed yang cenderung “neutral”, IHSG berpeluang menguat ke kisaran 6075-6100 pada perdagangan Senin (30/8). Sementara untuk sepekan kedepan, IHSG akan dipengaruhi oleh data-data ekonomi penting, baik dari dalam maupun luar negeri. Antara lain, China NBS Manufacturing PMI, Japan Industrial Production, U.S. Consumer Confidence, hingga tingkat inflasi dan indeks manufaktur Indonesia di Agustus 2021. Oleh sebab itu, Oleh sebab itu, saham-saham yang berkaitan dengan konsumsi rumah tangga, seperti ICBP, INDF, EXCL, AALI dan SIMP. Sejumlah saham bank, seperti BBNI dan BBTN, AKRA, AMRT dan ASSA juga dapat diperhatikan pada pekan ini.

Top