Research

PHINTAS Weekly Report 24 May 2021

Indeks-indeks Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Jumat (21/5). Pergerakan beragam tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan U.S. Markit Manufacturing PMI Flash ke level 61.5 di Mei 2021, lebih tinggi dari proyeksi yang sebesar 60.2 dan realisasi bulan April 2021 yang sebesar 60.5. Di satu sisi, data ini mengindikasikan laju pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat di awal Q2-2021. Di sisi lain, data ini dapat mendorong the Fed untuk mempertimbangkan kebijakan moneter akomodatif, terutama melalui pengurangan nilai pembelian obligasi.

Beralih ke dalam negeri, pelaku pasar masih akan fokus pada potensi kenaikan kasus baru COVID-19 di pekan ini, mengingat pada pekan lalu tidak terlihat adanya kenaikan (atau lonjakan) kasus baru COVID-19 di Indonesia. Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang 5750-5930 pada pekan ini. Sementara khusus di awal pekan (24/5), IHSG berpeluang mencatatkan technical rebound ke 5800-5830, jika bertahan di atas 5750. Katalis positif berasal dari ekspektasi akselerasi pemulihan ekonomi di Q2-2021 yang salah satunya diindikasikan oleh kenaikan signifikan nilai ekspor (+51.94%) dan impor (+29.93%) Indonesia di bulan April 2021. Data tersebut mengindikasikan ekspansi aktivitas ekonomi di Indonesia. Indikasi lainnya adalah kenaikan kebutuhan pembiayaan korporasi di April 2021, berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Oleh sebab itu, perhatikan potensi technical rebound lanjutan pada BBNI, BBRI, BMRI dan PGAS, serta peluang speculative buy pada sejumlah emiten logam dasar (MDKA, INCO dan ANTM).

 

Top